Langsung ke konten utama

Tugas akhir kelompok 6

PENGEMBANGAN PROFESI GURU Nama Kelompok 6 : Pengembangan Profesi Guru Friska Putri Sitompul Gratia Solafide Lumbantoruan Imelda Tampubolon Mega Putri Lumban Gaol M.kuliah : Kode Etik dan Profesinalisme Guru Dosen M.K : Andrianus Nababan, M.Pd Grup /Sem : H/ VI (Enam) INSTITUT AGAMA KRITEN NEREGI (IAKN) TARUTUNG 2020/2021 PENGEMBANGAN PROFESI GURU Pengertian Guru yang Efektif • Guru efektif adalah guru yang bisa memotivasi peserta didik untuk belajar dan meningkatkan semangat belajar yang tumbuh dari kesadaran diri peserta didi, bukan karena takut pada gurunya. • Guru efektif adalah guru yang punya komitmen dan termotivasi bisa menjadi guru efektif. Pengembangan Profesi Guru Pengembangan profesi adalah dasar dari praktek profesi guru untuk memastikan bahwa para siswa bermanfaat secara dinamis dan beroriantasi pada pengalaman profesi masa depan. Guru adalah tenaga profesi yang melaksanakan proses pembelajaran. Menurut sudarwan Danim (2002:51) menjelakan bahwa pengembang profesi guru dimaksudkan untuk memenuhi tiga kebutuhan. Yang pertama, kebutuhan sosial untuk meningkatkan kemampuan sistem pendidikan yang efesien dan manusiawi serta melakukan adaptasi untuk penyusunan kebutuhan-kebutuhan sosial. Kedua kebutuhan untuk menemukan cara-cara untuk membantu staff pendidikan dalam rangka mengembangkan pribadinya secara luas. Ketiga, kebutuhan untuk mengembangkan dan mendorong kehidupan pribadinya, seperti halnya me,bantu siswanya dalam menembangkan keinginan dan keyakinan untuk memenuhi tuntutan pribadi yang sesuai dengan potensi dasarnya. Guru professional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggu jawab sebagai guru kepada Siswa, Orang tua, Masyarakat, Bangsa, Negara, dan Agamanya. Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya, mengelolah dirinya, mengendalikan dirinya dan menghargai serta mengembangkan dirinya. Tanggungjawab sosial diwujukan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan berinteraksi sosial. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. Tanggu jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk beragama yang prilakunya senantiasa tidak penyimpang dari norma agama dan norma moral. Dalam UU No 14 Tahun 2005 tanggungjawab upaya pengembangan profesi guru ini merupakan kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah. Artinya pemerintah dan pemerintah daerah wajib membina dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Pengertian sertifikasi Pengertian sertifikasi profesi atau biasa yang kita sebut dengan sertifikasi guru secara umum ada 3 (tiga) macam sertifikasi yaitu: 1. sertifikasi perusahaan (internal) 2. sertifikasi produk spesifik 3 sertifikasi profesi Nah sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidikan kepada guru yang telah memenuhi prasyaratan tertentu yaitu memiliki: 1. kualifikasi akademik 2. kompetensi 3. sehat jasmani dan rohani 4. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidika nasional Pengertian profesi adalah bidang perkerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu ( keterampilan, kejujuran, dan sebagainya) Menurut mulyasa (2007:33) sertifikasi profesi guru adalah proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang sebagai landasan pemberian sertifikasi pendidik. Bagaimanakah cara guru PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan? Guru yang teladan adalah guru yang dapat memberikan contoh baik dan disukai oleh peserta didik. Karena pada dasarnya, menjadi seorang guru yang disukai dan dekat dengan peserta didiknya tidaklah mudah dan membangun kedekatan dengan peserta didik sangatlah penting. Cara Guru PAK menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan adalah Guru harus selalu bersikap jujur, adil, berbicara yang baik, memiliki karakter, sikap, tindakan yang baik dihadapan peserta didik maupun bagi orang lain dan memberi nasihat serta pengarahan. Sebagai contoh yaitu : Ketika seorang guru melihat dan menemui peserta didiknya sedang merokok dan guru tersebut ingin mencegahnya, maka secara otomatis guru harus berada pada kondisi yang sebaliknya (Ia tidak sedang merokok) sehingga peserta didiknya dapat melihat dan mengikuti. Peserta didik dapat meneladani apa yang disarankan oleh guru tersebut, selain itu guru akan dengan mudah menasehati dan menjelaskan dampak buruk dari merokok sehingga peserta didik tidak melakukannya kembali. Apabila hal ini dilakukan maka secara otomatis guru telah menjadi contoh atau teladan bagi peserta didiknya. Berk yang dikutip oleh Sit, M (2010) bahwa peserta didik butuh contoh nyata, bukan hanya contoh yang tertulis dalam buku apalagi contoh khayalan. Uraikan bahwa seorang guru harus menerima perkerjaan atau profesi sebagai anugarah/ karunia (Roma 12:6-8) Pada kitab Roma 12:6-8 disebutkan bahwa manusia dianugerahkan tiap tiap karunia dalam hidupnya. Sama halnya juga seorang guru juga dianugerahkan Allah karuni didalam diri mereka masing-masing. Di dalam ayat ini ada beberapa karuni yang disebutkan diberikan Allah kepada manusia yaitu karunia: 1. Bernubuat 2. Melayani 3. Mengajar 4. Menasihati 5.Memberikan sesuatu/memberi 6. Pemimpin 7.Murah hati Guru yang bertanggung jawab dan profesional harus memiliki karunia ini yaitu a. Melayani Guru yang bertanggung jawab dan profesional harus bisa dan mampu melayani dengan kesungguhan hati tanpa adanya perbedaan. Melayani bukan hanya disekolah tetapi juga di masyarakat dan gereja. b. Mengajar Sehakekatnya tugas utama seorang guru adalah mengajar. Guru yang profesional dan bertanggung jawab harus mengajar dengan baik, efektif dan efisien sehingga tujuan dari pembelajaran itu dapat tercapai. Mengajar anak didik mengenal Allah dan mengimani Yesus Kristus didalam hidupnya. Ketika guru melakukan pengajaran nya, guru harus berpedoman pada teladan Yesus sebagai guru Agung. c. Menasihati Guru yang bertanggung jawab dan profesional juga harus mampu menjadi penasihat atau konselor kepada anak didik, agar mereka tetap berperilaku baik dan melakukan segala aktivitas nya sesuai dengan firman Allah. d. Memberi Guru yang bertanggungjawab dan profesional juga harus bisa memberi dengan hati yang ikhlas tanpa memandang bulu. Guru harus memberikan teladan memberi kepada anak didik agar mereka juga mampu memberi dengan hati yang tulus dan ikhlas e. Memimpin Seorang guru harus mampu memimpin anak didik mendekat dan mengenal Allah didalam hidupnya. Guru yang ketika diberi amanat dalam memimpin, ia harus tidak menerapkan unsur KKN (korupsi,kolusi, nepotisme) artinya kasih dan keadilan itu berjalan dengan seimbang. f. Bermurah hati Seperti Yesus sang Guru Agung adalah pribadi yang bermurah hati, maka seorang guru pun harus menjadi pribadi yang murah hati kepada sesama manusia. Sehingga anak didik dapat meniru atau meneladani sikap dari guru tersebut. Kesimpulan nya adalah bahwa guru yang bertanggung jawab dan profesional harus melakukan tugasnya harus dari ketulusan dan keikhlasanhatinya baik di sekolah, masyarakat maupun gereja. Guru harus meneladani teladan yang diberikan oleh Yesus Kristus sebagai guru Agung baik dalam pembelajaran dan pelayanan yang diberikan oleh Nya. Sehingga guru tersebut melahirkan hal hal yang rohani dan hidup baru. Sehingga siswa dapat meneladaninya dan mempunyai hidup yang baru yang sesuai dengan Firman dan kehendak Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teladan pengajaran Yesus bagi guru PAK

Dalam Perjanjian Baru tugas mengajar sangat penting yang dapat dipahami dari kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus sendiri karena PAK tidak terlepas dari Sang Guru Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus bahwa Ia adalah guru yang datang dari Allah (Yohanes 3:2). Sebagai guru, Yesus sangat diperhitungkan keahlian-Nya oleh rakyat Yahudi, sehingga menyebut sebagai RABBI. Suatu gelar kehormatan yang menyatakan betapa ia dikagumi oleh semua orang karena Yesus sendiri dengan tegas mengakui diri-Nya sebagai guru kepada murid-muridnya. “Kamu menyebut aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat. Memang Akulah Guru dan Tuhan (Yohanes 13:13). Tuhan Yesus layak disebut Guru Agung atau Rabbi karena semua pengajarannya disertai dengan kuasa, otoritas, wibawa, mujizat sehingga orang yang mendengar pengajaranNya menjadi terpukau dan memberi tanggapan positif. Tuhan Yesus adalah Guru yang tiada taranya dimana seluruh kehidupan dan pengajaran yang mulia sampai akhir hidupnya yakni menyelamatkan manusia dari sega...