Dalam Perjanjian Baru tugas mengajar sangat penting yang dapat dipahami dari kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus sendiri karena PAK tidak terlepas dari Sang Guru Agung, yaitu Tuhan Yesus Kristus bahwa Ia adalah guru yang datang dari Allah (Yohanes 3:2). Sebagai guru, Yesus sangat diperhitungkan keahlian-Nya oleh rakyat Yahudi, sehingga menyebut sebagai RABBI. Suatu gelar kehormatan yang menyatakan betapa ia dikagumi oleh semua orang karena Yesus sendiri dengan tegas mengakui diri-Nya sebagai guru kepada murid-muridnya. “Kamu menyebut aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat. Memang Akulah Guru dan Tuhan (Yohanes 13:13).
Tuhan Yesus layak disebut Guru Agung atau Rabbi karena semua pengajarannya disertai dengan kuasa, otoritas, wibawa, mujizat sehingga orang yang mendengar pengajaranNya menjadi terpukau dan memberi tanggapan positif. Tuhan Yesus adalah Guru yang tiada taranya dimana seluruh kehidupan dan pengajaran yang mulia sampai akhir hidupnya yakni menyelamatkan manusia dari segala dosa. Dalam hal ini John. M. Nainggolan mengemukakan 10 hal mengenai kehidupan Yesus yang perlu diteladani oleh seorang guru Kristen diantaranya :
1. Yesus memiliki tujuan di dalam mengajar yaitu pertobatan dan pembaharuan hidup serta kekuatan akan firman Allah yang dipraktekkan dalam hidup sehari-hari.
2. Yesus memiliki kedekatan dengan murid-murid-Nya
Sebagian besar waktu-Nya di habiskan bersama murid-murid sehingga Yesus mengenal pribadi murid-muridnya.
3. Yesus menggunakan metode yang kreatif dan kontektual
Yesus mengajar lewat pengalaman hidup orang yang mendengarkannya dengan keadaan orang yang ada dihadapannya.
4. Yesus mengajar dengan menjawab kebutuhan.
Yesus memperlihatkan kesesuain antara perkataan dan perbuatan yang sangat berbeda dengan para ahli Taurat.
5. Yesus konsisten dengan kebenaran karena pengajarannya adalah kebenaran yang dinyatakan dengan penuh cinta kasih, sesuai yang diungkapkan dalam Yohanes 14 : 6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup……”.
6. Yesus sabar dalam menghadapi keanekaragaman karakter murid-murid.
Yesus memiliki 12 murid dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda tetapi dengan penuh kesabaran Yesus mengajar dan membimbing para murid supaya dengan pengajaran Yesus para murid menjadi manusia yang terdidik dan berkepribadian kuat.
7. Yesus mengajar secara dinamis.
Pengajaran Yesus selalu membangkitkan perasaan ingin tahu yang besar sehingga mendorong murid-murid untuk mencari tahu setiap firman yang diajarkannya.
8. Komitmen Yesus dalam panggilannya sebagai pengajar.
Melalui pengajarannya terdapat kesempatan yang mulia untuk membina cita-cita pandangan dan kelakuan orang-orang sehingga pengajaran sebagai alat pembaharuan hidup. Oleh karena itu Yesus dikenal sebagai guru, tuan dan rabbi seperti pengakuan Nikodemus,”Rabbi kami tahu bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah”. (Yohanes 3 : 2).
9. Yesus mengerti dan memahami firman Allah bagi semua umat manusia.
Dengan hal diatas maka guru PAK harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus memperlengkapi dirinya dengan firman Allah. Sejak kecil Yesus belajar Firman Allah dengan sungguh-sungguh dirumah ibadah sehingga Yesus sangat menguasainya dan Yesus sanggup menjawab pertanyaan iblis dengan firman Allah. Lukas 4 : 16.
10. Yesus rela membayar harga
Yesus sebagai Guru Agung yang rela berkorban demi menebus dosa manusia bahkan mati di salib bagi seluruh umat manusia.
a. Metode ceramah
Cara menyampaikan materi pelajaran secara lisan untuk mencapai suatu pengajaran dari guru kepada siswa. Dalam metode ini guru menguasai dan menjelaskan pokok pelajaran sedangkan siswa menerima, memperhatikan dan membuat catatan serta mengikuti pelajaran yang disampaikan guru.
b. Metode bercerita
Mengandung kebenaran dan menyampaikan suatu pelajaran yang penting pada pendengarnya.
c. Metode percakapan/diskusi
Merupakan suatu cara dimana dua orang atau lebih mengajukan pendapat untuk mencari jawaban dari masalah yang dihadapi.
d. Metode tanya-jawab
Menyajikan suatu pengajaran dengan jalan mengajukan pertanyaan supaya mendapatkan jawaban baik lisan maupun tertulis.
e. Metode audio visual
Cara ini sangat menarik perhatian dan mudah diingat oleh siswa karena menggunakan gambar-gambar terang, film bersuara, papan flanel dan sebagainya.
f. Metode lakon atau sandiwara
Digunakan para pemain supaya semua penonton menghayati segala peristiwa dengan penuh perasaan dan pengertian.
g. Metode menghafal
h. Metode penyelidikan p
ertama-tama yang harus kita pahami adalah bahwa guru PAK sebagaimana dimaksud di atas harus menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan seperti yang telah Yesus ajarkan. Selain itu perlu memahami pribadi Yesus sebagai guru yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam pelaksanaan tugas keguruan dalam upaya pembinaan iman kristen siswa, sebagai konsekuensi dari tugas panggilan, yaitu harus hidup dalam iman.
Untuk menjadi yang patut diteladani, baik dalam perkataan terlebih dalam perbuatannya, maka beberapa syarat harus dimilikinya. Yesus mempunyai itegritas yang tinggi. Semua kata-kata Yesus selalu singkrron atau selaras, sejalan dengan perbuatanNya. J.M Price, dalam Buku Yesus Guru Agung, mengatakan bahwa : “Syarat yang terpenting bagi seorang guru ialah kepribadiannya sendiri. Sebuah teladan lebih berharga daripada seratus kata nasehat. Perbuatan seseorang lebih berpengaruh daripada pertataannya”.
Guru Pendidikan Agama Kristen adalah seorang yang membantu peserta didik berkembang untuk memasuki persekutuan iman dengan Tuhan Yesus sehingga menjadi pribadi yang bertanggungjawab baik kepada Allah maupun kepada manusia.
Daftar pustaka
Asyirin, Gustaf. 2010. Langkah cerdas menjadi Guru sejati berprestasi. Yogyakarta: Bahtera Buku.
Belandina, Janse. 2005.Profesionalisme Guru dan Bingkai Materi. Bandung: Bina Media Informasi.
----------------Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid A-L, Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/ OMF, 2000.
Homrighausen, EG, Enklar. 2008. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Nainggolan, John. 2010. Guru Agama Kristen sebagai Panggilan dan Profesi. Bandung: Bina Media Informasi.
Prince, J.M. 2011. Yesus Guru Agung. Bandung: Lembaga Literatur Baptis.
Sidjabat, BS. 2009. Mengajar secara Profesional. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.
-------------------2000. Menjadi guru professional sebuah presfektif Kristiani. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.
Silitonga, Sam. 2000. Nilai-nilai Kependidikan dari Yesus dan Sistem Kependidikan Nasional. Medan: Manora.
PENGEMBANGAN PROFESI GURU Nama Kelompok 6 : Pengembangan Profesi Guru Friska Putri Sitompul Gratia Solafide Lumbantoruan Imelda Tampubolon Mega Putri Lumban Gaol M.kuliah : Kode Etik dan Profesinalisme Guru Dosen M.K : Andrianus Nababan, M.Pd Grup /Sem : H/ VI (Enam) INSTITUT AGAMA KRITEN NEREGI (IAKN) TARUTUNG 2020/2021 PENGEMBANGAN PROFESI GURU Pengertian Guru yang Efektif • Guru efektif adalah guru yang bisa memotivasi peserta didik untuk belajar dan meningkatkan semangat belajar yang tumbuh dari kesadaran diri peserta didi, bukan karena takut pada gurunya. • Guru efektif adalah guru yang punya komitmen dan termotivasi bisa menjadi guru efektif. Pengembangan Profesi Guru Pengembangan profesi adalah dasar dari praktek profesi guru untuk memastikan bahwa para siswa bermanfaat secara dinamis dan beroriantasi pada pengalaman profesi masa depan. Guru adalah tenaga profesi yang melaksanakan proses pembelajaran. Menurut sudarwan Danim (2002:51) menjelakan bahwa pengembang profesi gur...
Komentar
Posting Komentar